Assassin’s Creed tampil sebagai salah satu franchise game action yang berhasil menetapkan standar baru di industri game. Setting historis yang dibangun dengan baik, plot masa depan dan masa lalu yang bergerak dalam alur yang rapi, serta kombinasi gerak parkour yang mumpuni, tumbuh menjadi identitas yang tidak bisa dipisahkan dari franchise andalan Ubisoft yang satu ini. Meskipun alur cerita Desmond yang sudah selesai di seri Assassin’s Creed 3, Ubisoft mencoba membuat franchise Assassin’s Creed tidak putus, maklum bahwa Ubisoft memang tidak ingin melepas salah satu franchise yang paling laku di pasar game dijamannya. Tema bajak laut yang terkesan berbeda dengan game pendahulunya dan ditambah lagi dengan fakta bahwa game ini menjadi seri pertama yang menggunakan alur yang berbeda dengan kisah Desmond Miles membuat potensi alur cerita yang baru. Lalu, apa yang ada di Assassin’s Creed IV Black Flag ini ? Mari kita bedah dengan versi Excampur.

Sinopsis

Sebenarnya, Assassin’s Creed IV – Black Flag menggunakan konsep reboot dari Assassin’s Creed III. Dengan cerita seputar hidup sang kakek dari Connor Kenway yang bekerja sebagai perompak di wilayah Karibia yang pada saat itu masih marak dengan ekspedisi besar-besaran orang Eropa ke benua Amerika. Edward Kenway yang pada awalnya bekerja untuk pemerintahan Inggris (Privateer) membelot menjadi bajak laut yang secara tidak sengaja berpapasan dengan seorang Assassin yang sedang melakukan perjalanan. Ia pun terlibat pertarungan dengannya, dan akhirnya mengambil identitas si Assassin dan meneruskan misinya demi merubah nasib.
Tak disangka Assassin bernama Duncan Walpole ini telah berkhianat dan memihak Templar. Edward yang menyamar sebagai Duncan tidak mengetahui perseteruan bertahun-tahun antara Assassin dan Templar ini bergerak tanpa pertimbangan yang matang. Semua ini malah menyebabkan dirinya diburu oleh Templar. Dimulailah petualangan seorang bajak laut yang secara tidak sengaja menjadi anggota Brotherhood of Assassin.

Kelebihan

Munculnya karakter ikonik yang mudah dikenali.

Sumber : www.youtube.com

Salah satu kelebihan dari AC IV adalah karakternya menarik dan tertulis didalam sejarah, kita ambil contoh karakter Edward Teach atau biasa disebut Black Beard ini. Faktor-faktor ini yang menciptakan suasana konspirasi/alternatif sejarah yang membuat kita benar-benar berfikir bahwa Assassin memang benar-benar ada. Penyajian karakter di AC IV inipun juga  cukup baik, karakter dibuat seolah benar-benar memiliki jiwa sendiri, sangat berbeda dengan pengalaman saya bermain Assassin’s Creed 2.

Tema bajak laut yang benar-benar seru.

Sumber : www.techgage.com

Sistem pertempuran laut yang diperbarui dari pendahulunya AC III benar-benar merombak keseluruhan gameplay, mulai dari cuaca,desain kapal, hingga UI semua diperbarui oleh Ubisoft. Dan hasil dari rombakan tersebut benar-benar membuat para player terhibur, apalagi dengan fitur open world yang dengan bebas anda bisa menjelajahi laut karibia sesuka hati tanpa harus terpatok dengan misi, player juga bisa membuat armada kapal milik player sendiri dengan membajak kapal musuh.

Kelemahan

Misi stalking/following yang berlebihan

Sumber : guide.gamepressure.com

Game ini menurut saya merupakan masterpiece bagi saya. Namun ada juga hal yang paling saya benci dari game ini adalah misi stalking yang terlalu banyak. Bayangkan saja 40 menit awal saya bermain 90% kegiatan saya hanya memata-matai dan mengikuti karakter lain hanya untuk menyelesaikan misi. Masalah bukan hanya berakhir disini, kalau dirata-rata 50-60% misi campaign hanya berisikan stalking saja, hal ini tak terkecuali dengan kapal, player dituntut membuntuti sebuah kapal menuju suatu lokasi setelah kapal tersebut berlabuh player masih disuruh mengikuti kapten kapal tersebut. Sungguh keterlaluan namanya.

Kesimpulan

Seri Assassin terbaik? Keputusan yang satu ini mungkin masih akan mengundang banyak perdebatan dari para fans berat franchise yang satu ini. Namun menyebutnya sebagai game bajak laut terbaik yang pernah hadir di industri game? Sangat tidak berlebihan. Seolah memenuhi semua fantasi gamer yang selama ini memang memimpikan hidup berbahaya sebagai bajak laut, Ubisoft menciptakan suasana yang bagus dalam tema bajak laut yang diusung ini. Kibaran bendera tengkorak, hembusan angin yang keras, nyanyian shanties para kru, seolah kita para player bisa merasakan keadaan di kapal. Meski begitu, masih ada beberapa masalah yang pantas untuk menjadi catatan. Frekuensi misi stalking yang terlalu banyak meninggalkan kekecewaan tersendiri dan terasa repetitif. Kesan repetitif ini juga muncul ketika Anda berusaha menaiki kapal musuh untuk mendapatkan resource secara optimal. Terasa menarik di awal, kegiatan optional ini justru menyita waktu dan terasa sangat repetitif. Merebut lebih dari 20 kapal? Player akan merasakan kesan repetitif yang kental darinya. Jangan malu-malu untuk baca artikel lainnya. Baca juga Mudah Perbarui Driver Graphic Card (Intel, AMD, Nvidia). Gimana review kali ini? 😀