Gambar IoT ImBIOS
Projek ImBIOS

Kalau kalian sering mendengar debat capres dan cawapres 2019, mungkin kalian bakal sering dengar tentang industri 4.0. Kalau didengar sih, rada aneh ya. Kok industri alias bidang per-pabrikan kok ada versinya segala? Iyha, memang ini adalah versi. Tapi versi untuk apa? Karena itu, mari kita belajar bareng dan bahas bersama.

Asal Mula Kata “Industri 4.0”

Industri 4.0 (inggris-nya Industry 4.0) adalah terjemahan bahasa indonesia untuk projek berteknologi tinggi Pemerintahan Jerman tentang komputerisasi pada bidang proses manufaktur atau industri di pabrik. Seperti yang sering disebutkan media, versi level-up dari industri 3.0 ini menekankan pada bidang otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Semua ini mencakup sistem siber-fisik, internet of things, komputasi awan, dan komputasi kognitif. Hal ini berdampak besar pada tren produksi industri mulai tahun ini di Indonesia. Karena mulai tahun ini, pemerintah mulai menggencarkan pengaplikasian sistem industri 4.0. Seperti pada industri 3d printer yang sekarang di Indonesia baru saja didirikan pabriknya (kalian bisa baca artikel ini).

Seperti Apa Industri 4.0?

Pada revolusi industri versi keempat ini, bakalan melibatkan lebih banyak sistem komputer dibanding manusia-nya. Kali ini, manusia hanya sebagai pengontrol dan pengawas, bahkan tinggal merasakan keuntungannya. Prinsip dasar untuk desain industri 4.0 kurang lebih terdapat 4 prinsip kerj dasarnya sebagai berikut:

  1. Interkoneksi. Kemampuan untuk setiap unsur seperti sensor, komputer, robot, gawai, Internet of Things dan Internet of People bekerja sama saling terhubung untuk berbagi informasi dan data yang berguna untuk efeisiensi produksi.
  2. Transparansi Informasi. Setiap data yang dibagikan dan transaksi data yang terjadi pada tiap-tiap unsur pada Industri 4.0 adalah bersifat transparan. Tentunya karena data langsung dibagikan ketika sedang terjadi pengolahan data pada sisi lain yang menunjang para pengembang dan inovasi untuk tetap bisa berkembang.
  3. Desentralisasi. Semua sistem yang berkecimpung dalam industri 4.0 bersifat saling terhubung. Sehingga kendali pusat tidak lagi benar-benar yang paling utama mengingat tiap unsur akan memiliki pemikiran atau kontrolnya masing-masing.
  4. Keringanan/Bantuan Teknis. Tentunya dengan adanya robot-robot dan perangkat-perangkat industri yang otonomus, mengakibatkan kerja manusia yang terbantu. Bayangkan untuk mengangkat mobil dari awal sampai akhir perakitan mobil yang begitu melelahkan, sekarang manusia tidak perlu repot dan mungkin hanya tinggal melihat dan memencet tombol.

Adakah Hubungan Antara Industri 1.0, 2.0, 3.0, dan 4.0?

Tentunya ada. Mengingat ini hanyalah penomoran untuk urutan revolusi industri. Semakin tinggi versi tentu lebih tinggi efisiensi dan kerumitan sistem yang dibentuk. Karena asal mula revolusi-revolusi industri ini berasal dari Jerman, maka kita bisa melihat arti dibalik angka-angka ini dengan mengamati perkembangan atau revolusi industri disana.

Industri 1.0 atau Industry 1.0 (I1).

Pernahkah kalian tahu bahwa pernah terjadi perubahan dari ekonomi pertanian menjadi ekonomi perindustrian di Eropa pada masa lalu? Inilah yang bisa kalian sebut sebagai I1. Pada masa itu, Manufaktur dan perpabrikan menyerap banyak manusia sebagai tenaga kerjanya (kita disini tidak membahas tentang cerita buruknya). Mulai digunakannya mesin mekanik dan penggerakan mesin-mesin berat dengan menggunakan uap panas dan air inilah yang menjadi ciri dari Industri 1.0.

Industri 2.0 (I2).

Untuk contoh dan penjelasan dari Industri 2.0, kita akan sedikit maju menuju masa dimana mobil diproduksi massal secara besar-besaran setiap hari di Jerman atau Eropa umumnya. Pada masa ini, dibutuhkan keterampilan, efisiensi, minimnya kesalahan kerja dari segala unsur-unsur manufaktur atau pabrik. Pada I2, terdapat ciri yang sangat mencolok yaitu produksi yang dilakukan industri sangat massal dan besar-besaran, melakukan perakitan produk terjadi secara berurutan dengan membentuk assembly line, dan mulai dimanfaatkannya perangkat elektrik atau listrik untuk memudahkan produksi pabrik.

Industri 3.0 (I3).

Sebenarnya pada masa ini atau sekitar tahun 2019, kebanyakan pabrik besar masih menggunakan sistem Industri 3.0. Mengingat beberapa puluh tahun yang lalu baru terasa pemanfaatan komputer sebagai alat pemudah kerja manusia, Pabrik pun juga ikut-ikutan. Pada tahap Industri 3.0 ini penggunaan sistem komputer dan robot atau otomatisasi kerja suatu bagian dari manufaktur telah menjadi ciri penting yang meningkatkan efisiensi produksi secara signifikan.

Industri 4.0 atau Industry 4.0 (I4).

Seperti yang baru saja dibahas pada debat capres kedua kemarin, pada tahap ini produksi adalah sangat efisien dari segi modal dan hasil. Apakah kalian tahu sistem siber-fisik? kalau belum tahu, mari cari tahu :D. Sistem siber-fisik atau Cyber Physical System akan merajai seluruh unsur pada tahapan revolusi industri ini. Jika kalian ingin tahu lebih gampang, mungkin bisa dibilang ini adalah pemanfaatan Internet of Things dan Internet of People pada bidang perindustrian.

Simpulan

Untuk semua pilihan kita kembalikan pada penyebab, dampak, dan akibat untuk semua kemungkinan. Kalau pemerintahan kita mendukung ini, saya rasa sudah saatnya kita juga mendukung mereka mengkelarkan ini proyek nasional. Jangan lupa opini kalian dan informasi pelengkap silahkan tulis di komentar dibawah. Apakah kalian tahu informasi tentang 5G di Indonesia? Ayo baca artikelnya. Atau baca juga Cara Menghapus FP Facebook. Semoga artikel kali ini bermanfaat.